About

HARI RAYA GALUNGAN

Galungan adalah hari raya suci Hindu yang Jatuh pada hari Rabu Wuku Dungulan (Buda Kliwon Dungulan) dimana Umat Hindu memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma. Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara/dengan segala manisfestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya.

Sehari sebelum Hari raya galungan Umat Hindu menyebutnya dengan penampahan galungan, dimana pada hari penampahan galungan tersebut Umat Hindu melaksanakan pemotongan hewan, Hewan yang biasa digunakan oleh umat hindu adalah Babi, dimana daging babi ini akan dijadikan sesajen ( banten) tepat pada Hari Raya Galungan tiba.

Selain melakukan pemotongan hewan umat Hindu juga membuat yang namanya penjor. Penjor adalah salah satu sarana Upakara dalam merayakan Hari Raya Galungan, dan merupakan simbul Gunung yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan, seperti halnya Gunung Agung, di mana terletak Pura Besakih yang merupakan tempat pemujaan terbesar bagi umat Hindu di Indonesia.

Tujuan pemasangan penjor sebagai swadharma umat Hindu untuk mewujudkan rasa bhakti dan terima kasih ke hadapan Hyang Widhi Wasa dalam prabawa- NYA sebagai Hyang Giripati. Penjor dipasang atau ditancapkan pada "lebuh" di depan sebelah pintu masuk pekarangan rumah. Sedangkan sanggah dan lengkungan ujung penjor menghadap ke tengah jalan.

Sumber: http://www.babadbali.com


Leave a Reply